Miris rasanya, apalagi itu baru data di Jepara dan Jombang yang notabene
adalah daerah kecil.
|
JOMBANG |
|
Usia/Kota |
Perempuan 15-19
|
Perempuan 19-24
|
Laki-laki 15-19
|
Laki-laki 19-24
|
|
1. Kehidupan
Sosial |
- Bahan
Pembicaran Antara lain pakaian yang sedang "ngetren"
- Meresa malu
untuk curhat kepada orang tua |
- Waktu luang
: jalan-jalan, ngerumpi
- Kegiatan
terpisah antara laki-laki dan perempuan |
- Waktu luang
: berkumpul di warung, pos, alun-alun dengan sesama sebaya
- Banyak
remaja yang menggunakan narkoba baik remaja laki-laki maupun perempuan
- Remaja
laki-laki lebih banyak curhat dengan teman sebaya |
- Waktu luang : nongkrong, jalan-jalan
di jembatan, warung-warung (warung kopi plus) |
|
2. Nilai &
Norma |
- Ada cap
jelek ketika remaja putri "nongkrong" oleh masyarakat setempat
- Masyarakat
mencap remaja putri bahwa jika remaja putri terlalu banyak keluar dengan
remaja laki-laki adalah "perempuan nakal"
- Tidak
disebar luaskan atau ditutupi
- Masayrakat
mencap negatif remaja yang mengalami KTD |
- Perilaku
seks dan KTD bisa terjadi
- Masalah
seks di desa masih tabu untuk dibicarakan
- Kawin
kontrak, kawin siri dan aborsi merugikan pihak perempuan
- Orang tua
malu untuk membicarakan soal seks dengan anaknya |
- Pandangan
tentang hubungan seks "cuex aja"
- Dikenal
istilah "kawin kontrak, kawin siri, sebagai usaha menghindari zinah
- Orang tua
umumnya menikahkan anaknya yang mengalami KTD
- Ada
anggapan bila sejak kecil ditanamkan pendidikan agama kemungkinan besar
remaja akan terhindar dari perilakyu beresiko |
- Ada
kecenderungan untuk perilaku seks seperti remaja lain namun takut akan
hukuman agama
- Masyarakat
di kota Jombang lebh acuh dengan perilaku remaja dari pada di desa
|
|
3. Pengalaman
seksual |
- Kasusu KTD
banyak berakhir dengan putus sekolah
- Akibat dari
ketidak tahuan informasi tentang kesehatan Reproduksi membuat remaja ingin
"coba-coba" sampai melakukan hubungan seks
- Pemaksaan
untuk melakukan hubungan seks karena lemahnya posisi tawar dari pihak
perempuan |
- KTD banyak
terjadi
- Banyak
penyewaan VCD porno dan ruangan/kamar untuk menonton VCD
- Tempat kost
yang digunakan untuk berhubungan seks
- Phenomena
cewek panggilan dilingkungan kampus
- Pencegahan
kehamilan dengan pil kontrasepsi, kondom dan jamu-jamuan.
|
- Terdapat
kasus-kasus hubungan seks pranikah
- Remaja
laki-laki mendatangi lokalisasi
- Hubungan
seks dengan pacar dilakukan di kost, di rumah atau juga di hotel
- Remaja
sekolah melakukan hubungan seks setelah pulang sekolah
- Ada
pernyataan bahwa sekitar 25% remaja seusianya sudah melakukan hubungan seks
- Hubungan
seks dengan pacar atas dasar suka sama suka
- Di desa
banyak terjadi hubungan seks pranikah
- Phenomena
pelacuran oleh remaja perempuan
-Faktor yang
mempengaruhi hubungan seksadalah pengaruh film dari VCD porno yang mudah
disewakan |
- Hubungan
seks pranikah bukan kasus yang "aneh" di Jombang
- Remaja
banyak melakukan hubungan seks denagn pekerja seks |
|
4 Masalah
seksualitas dan Kespro |
- Remaja yang
mengalami KTD banyak yang dinikahkan
- Pernikahan
di usia muda tidak berakhir denga perceraian
- Ada
mitos-mitos seputar pengguguran kandungan dan mencegah kehamilan
|
- Mengenai
istilah PMS
- Di kota dan
di desa banyak terjadi KTD
- Adanya
pernikahan siri dan kawin kontrak |
- Hubungan
seks pranikah tidak selalu berakhir dengan kehamilan
- Usaha
pencegahan kehamilan dengan menggunakan pil dan kondom, dan mengatur mas
subur
- Remaja KTD
umumnya dinikahkan dan putus sekolah
- Aborsi
dengan cara modern (praktek dokter) atau tradisional (minum jamu-jamuan,
sprit, nanas muda, dll)
-Hubungan
seks dengan pelacur menggunakan kondom
Pengobatan
PMS dengan pergi ke dukun dan minum jamu |
- Kasus KTD
kebanyakan dinikahkan oleh orang tua
- Aborsi
dilakukan dengan cara tradisional (jamu, nanas muda dll)
- PMS
diobatai dengan cara membeli obat di apotik dengan mudah
- Pengucilan
terjadi pada remaja yang mengalami KTD |
|
5 Hambatan
dan kendala perubahan perilaku beresiko |
- lingkungan
- Perhatian
orang tua yang kurang
- Stigma
masyarakat untuk remaja, sehingga remaja merasa percuma untuk berubah
- Kecanduan
untuk seks pranikah |
- Terlanjur
- Ekonomi
- Gaya hidup
- Kontrol
dari masyarakat
- Budaya tabu
untuk bicara soal seks
- Lokalisasi
pelacuran yang berkembang
- Peredaran
narkoba & VCD |
- Faktor
ekonomi yang lemah
- Kecanduan
melakukan hubungan seks
- Penyewaan
VCD porno yang sangat mudah |
- Lingkungan
pergaulan (solidaritas antar teman)
- Peredaran
VCD porno |
|
6 Intervensi
Kespro |
- Penyuluh
sebaya untuk sekolah oleh siswa-siswi yang berprestasi
- Perlunya
konselor remaja
- Pendidikan
sebaya harus dibekali pengetahuan tentang kesehatan reproduksi |
- Ada dua
pendapat yang berbeda mengenai Pendidikan seks (Pro dan kontra)
- Remaja
membutuhkan pelayananmedis, dan konseling
- Penyuluhan
untuk laki-laki dan perempuan di dahului dengan proses pencairan suasana
- Pemberian
informasi kesehatan reproduksi dikombinasikan dengan pengetahuan agama
|
- Perlunya
pusat informasi kesehatan Reproduksi Remaja
- Informasi
diberikan oleh mereka yang memili pengetahuan tentang Kespro
- Pendidikan
sebya didahului dengan pelatihan |
- Remaja
mencari informasi tentang KRR melalui media
- Prndekatan
menyangkut kesehatan reproduksi dikombinasikan antara pendekatan nasional
dan agama
- Penyuluhan
dilakukan dengan cara yang tepat
- Pembawa
acara adalah yang familiar dengan remaja |
|
JEPARA |
|
Usia/Kota |
Perempuan 15-19
|
Perempuan 19-24
|
Laki-laki 15-19
|
Laki-laki 19-24
|
|
1 Kehidupan sosial
|
- Waktu luang :
bermain, dengar musik, shoping dan curhat dengan teman sebaya |
- Waktu luang :
main dengan teman sebaya, ikut oraganisasi |
- Bekerja sebagai
pengrajin kayu dan meubel |
- waktu luang :
nongkrong, trek-trekan motor
- Sangat mudah
terpengaruh "tred' gaya hidup |
|
2 Nilai dan Norma
|
- Masalah seks
adalah hal yang malu untuk dibicarakan
- Faktor ekonomi
mempengaruhi pernikahan dini
- Orang tua tidak
berani menolak lamaran takut anak perempuannya tidak "laku" |
- remaja sekarang
sudah "melewati batas"
- Proses pacaran
disalah gunakan sehingga merugikan pihak perempuan
- Remaja yang aktif
di organisasi lebih terkontrol perilakunya |
- Hubungan seks
pranikah banyak terjadi
- Membicarakan seks
sudah tidak tabu atau syaru
- Jepara salah satu
pemasok Pekerja seks terbesar
- Pelacuran
dianggap warisan dari nenek moyang (keturunan) |
- Didesa KTD adalah
hal yang tabu dan malu
- Untuk remaja KTD
adalah hal yang biasa terjadi
- Kasus KTD
berakhir dengan putus sekolah
|
|
3 Pengalaman
seksual |
- Pernikahan dini
banyak terjadi |
- Banyak
kasus-kasus hubungan seks pranikah
- Ada dua bentuk
perkawinan illegal: kawin kontrak dan kawin siri
- Banyak pernikahan
dini yang dijodohkan |
- Kasus KTD sering
terjadi
- Akrab dengan
lokalisasi, dunia hiburan dan minum-minuman
- Phenomena
pelacuran remaja |
- Variasi antara
pacaran yang "biasa-biasa saja" sampai berhubungan seks
- kawin di usia
muda lazim dilakukan
- Phenomena pelajar
yang menjadi "ciblek" atau pekerja seks |
|
4 Masalah
seksualitas dan Kespro |
Banyak kasus-kasus
hubungan seks pranikah |
- Kasus KTD jadi
rahasia umum
- Aborsi dengan
minum jamu-jamuan, sprite dll
- Di jepara
berkembang lokalisasi pelacuran
- Phenomena
pelacuran remaja
|
- Di desa
pernikahan dini banyak terjadi
- Pengobatan PMS
menggunakan ramuan (tradisional), obat apotik
- Usaha pengguguran
kandungan dengan tradisional
- Pencegahan
kehamilan dengan pil KB, kodom dan system kalender
|
- Hubungan seks
pranikah dipengaruhi VCD porno
- Usaha pengguguran
kandungan ke dukun dan minum jamu-jamuan
- Remaja yang pergi
ke lokalisasi untuk mencari pekerja seks
|
|
5 Hambatan dan
kendala perubahan perilaku beresiko |
|
-Ketaguhan
-peran keluarga
-peranan pemerintah
|
- dasar agama yang
kurang
- pendidikan rendah
- lingkungan
- Sudah "watak
keturunan" |
|
|
6 Intervensi Kespro
|
- Ada pelajaran
tambahan KRR di sekolah
- Remaja merasa
perlu tentang informasi KRR
- Syarat menjadi
pendidik sebaya harus mempunyai wawasan yang luas tentang KRR |
- Bentuk penyuluhan
yang tidak formal (diskusi)
- Pemberian
informasi adalah sebaya |
- Harus ada
kegiatan interaktif untuk remaja
- pelatihan
keterampilan
-Penyebaran
pamphlet
- Berbagai
pengalaman
-Penyuluh sebaya
adalah orang yang memiliki kharismatik
- proses penyuluhan
harus ada yang mengontrol dan mengkoordinir |
- Diadakan kegiatan
remaja yang kreatif
- Pemberian
informasi tentang seks adalah tokoh yang paling pas untuk remaja
- Suasana
penyuluhan jangan formal
- Penyuluhan remaja
laki-laki dan perempuan bisa di campur
- Gambar dari
materi KIE jangan terlalu vulgar
- Materi KIE lebih
pada dampak/akibat dari perilaku beresiko |