Entry: Cerita Remaja Indonesia Thursday, March 02, 2006



New Page 1

 
Benarkah potret remaja Indonesia seperti ini ???
Miris rasanya, apalagi itu baru data di Jepara dan Jombang yang notabene adalah daerah kecil.
Bagaimana dengan Jakarta, Surabaya, Malang ??
 
Semoga Allah melindungi dari hal-hal buruk ??

JOMBANG

Usia/Kota

Perempuan 15-19

Perempuan 19-24

Laki-laki 15-19

Laki-laki 19-24

1. Kehidupan Sosial

- Bahan  Pembicaran Antara lain pakaian yang sedang "ngetren"

- Meresa malu untuk curhat kepada orang tua

- Waktu luang : jalan-jalan, ngerumpi

- Kegiatan terpisah antara laki-laki dan perempuan

- Waktu luang : berkumpul di warung, pos, alun-alun dengan sesama sebaya

- Banyak remaja yang menggunakan narkoba baik remaja laki-laki maupun perempuan

- Remaja laki-laki lebih banyak curhat dengan teman sebaya

- Waktu luang : nongkrong, jalan-jalan di jembatan, warung-warung (warung kopi plus)

2. Nilai & Norma

- Ada cap jelek ketika remaja putri "nongkrong" oleh masyarakat setempat

- Masyarakat mencap remaja putri bahwa jika remaja putri terlalu banyak keluar dengan remaja laki-laki adalah "perempuan nakal"

- Tidak disebar luaskan atau ditutupi

- Masayrakat mencap negatif remaja yang mengalami KTD

- Perilaku seks dan KTD bisa terjadi

- Masalah seks di desa masih tabu untuk dibicarakan

- Kawin kontrak, kawin siri dan aborsi merugikan pihak perempuan

- Orang tua malu untuk membicarakan soal seks dengan anaknya

- Pandangan tentang hubungan seks "cuex aja"

- Dikenal istilah "kawin kontrak, kawin siri, sebagai usaha menghindari zinah

- Orang tua umumnya menikahkan anaknya yang mengalami KTD

- Ada anggapan bila sejak kecil ditanamkan pendidikan agama kemungkinan besar remaja akan terhindar dari perilakyu beresiko

- Ada kecenderungan untuk perilaku seks seperti remaja lain namun takut akan hukuman agama

- Masyarakat di kota Jombang lebh acuh dengan perilaku remaja dari pada di desa

3. Pengalaman seksual

- Kasusu KTD banyak berakhir dengan putus sekolah

- Akibat dari ketidak tahuan informasi tentang kesehatan Reproduksi membuat remaja ingin "coba-coba" sampai melakukan hubungan seks

- Pemaksaan untuk melakukan hubungan seks karena lemahnya posisi tawar dari pihak perempuan

- KTD banyak terjadi

- Banyak penyewaan VCD porno dan ruangan/kamar untuk menonton VCD

- Tempat kost yang digunakan untuk berhubungan seks

- Phenomena cewek panggilan dilingkungan kampus

- Pencegahan kehamilan dengan pil kontrasepsi, kondom dan jamu-jamuan.

 

- Terdapat kasus-kasus hubungan seks pranikah

- Remaja laki-laki mendatangi lokalisasi

- Hubungan seks dengan pacar dilakukan di kost, di rumah atau juga di hotel

- Remaja sekolah melakukan hubungan seks setelah pulang sekolah

- Ada pernyataan bahwa sekitar 25% remaja seusianya sudah melakukan hubungan seks

- Hubungan seks dengan pacar atas dasar suka sama suka

- Di desa banyak terjadi hubungan seks pranikah

- Phenomena pelacuran oleh remaja perempuan

-Faktor yang mempengaruhi hubungan seksadalah pengaruh film dari VCD porno yang mudah disewakan

- Hubungan seks pranikah bukan kasus yang "aneh" di Jombang

- Remaja banyak melakukan hubungan seks denagn pekerja seks

4 Masalah seksualitas dan Kespro

- Remaja yang mengalami KTD banyak yang dinikahkan

- Pernikahan di usia muda tidak berakhir denga perceraian

- Ada mitos-mitos seputar pengguguran kandungan dan mencegah kehamilan

- Mengenai istilah PMS

- Di kota dan di desa banyak terjadi KTD

- Adanya pernikahan siri dan kawin kontrak

- Hubungan seks pranikah tidak selalu berakhir dengan kehamilan

- Usaha pencegahan kehamilan dengan menggunakan pil dan kondom, dan mengatur mas subur

- Remaja KTD umumnya dinikahkan dan putus sekolah

- Aborsi dengan cara modern (praktek dokter) atau tradisional (minum jamu-jamuan, sprit, nanas muda, dll)

-Hubungan seks dengan pelacur menggunakan kondom

Pengobatan PMS dengan pergi ke dukun dan minum jamu

- Kasus KTD kebanyakan dinikahkan oleh orang tua

- Aborsi dilakukan dengan cara tradisional (jamu, nanas muda dll)

- PMS diobatai dengan cara membeli obat di apotik dengan mudah

- Pengucilan terjadi pada remaja yang mengalami KTD

5 Hambatan dan kendala perubahan perilaku beresiko

- lingkungan

- Perhatian orang tua yang kurang

- Stigma masyarakat untuk remaja, sehingga remaja merasa percuma untuk berubah

- Kecanduan untuk seks pranikah

- Terlanjur

- Ekonomi

- Gaya hidup

- Kontrol dari masyarakat

- Budaya tabu untuk  bicara soal seks

- Lokalisasi pelacuran yang berkembang

- Peredaran narkoba & VCD

- Faktor ekonomi yang lemah

- Kecanduan melakukan hubungan seks

- Penyewaan VCD porno yang sangat mudah

- Lingkungan pergaulan (solidaritas antar teman)

- Peredaran VCD porno

6 Intervensi Kespro

- Penyuluh sebaya untuk sekolah oleh siswa-siswi yang berprestasi

- Perlunya konselor remaja

- Pendidikan sebaya harus dibekali pengetahuan tentang kesehatan reproduksi

- Ada dua pendapat yang berbeda mengenai Pendidikan seks (Pro dan kontra)

- Remaja membutuhkan pelayananmedis, dan konseling

- Penyuluhan untuk laki-laki dan perempuan di dahului dengan proses pencairan suasana

- Pemberian informasi kesehatan reproduksi dikombinasikan dengan pengetahuan agama

- Perlunya pusat informasi kesehatan Reproduksi Remaja

- Informasi diberikan oleh mereka yang memili pengetahuan tentang Kespro

- Pendidikan sebya didahului dengan pelatihan

- Remaja mencari informasi tentang KRR melalui media

- Prndekatan menyangkut kesehatan reproduksi dikombinasikan antara pendekatan nasional dan agama

- Penyuluhan dilakukan dengan cara yang tepat

- Pembawa acara adalah yang familiar dengan remaja


JEPARA

Usia/Kota

Perempuan 15-19

Perempuan 19-24

Laki-laki 15-19

Laki-laki 19-24

1 Kehidupan sosial

 

- Waktu luang : bermain, dengar musik, shoping dan curhat dengan teman sebaya

- Waktu luang : main dengan teman sebaya, ikut oraganisasi

- Bekerja sebagai pengrajin kayu dan meubel

- waktu luang : nongkrong, trek-trekan motor

- Sangat mudah terpengaruh "tred' gaya hidup

2 Nilai dan Norma

- Masalah seks adalah hal yang malu untuk dibicarakan

- Faktor ekonomi mempengaruhi pernikahan dini

- Orang tua tidak berani menolak lamaran takut anak perempuannya tidak "laku"

- remaja sekarang sudah "melewati batas"

- Proses pacaran disalah gunakan sehingga merugikan pihak perempuan

- Remaja yang aktif di organisasi lebih terkontrol perilakunya

- Hubungan seks pranikah banyak terjadi

- Membicarakan seks sudah tidak tabu atau syaru

- Jepara salah satu pemasok Pekerja seks terbesar

- Pelacuran dianggap warisan dari nenek moyang (keturunan)

- Didesa KTD adalah hal yang tabu dan malu

- Untuk remaja KTD adalah hal yang biasa terjadi

- Kasus KTD berakhir dengan putus sekolah

 

3 Pengalaman seksual

- Pernikahan dini banyak terjadi

- Banyak kasus-kasus hubungan seks pranikah

- Ada dua bentuk perkawinan illegal: kawin kontrak dan kawin siri

- Banyak pernikahan dini yang dijodohkan

- Kasus KTD sering terjadi

- Akrab dengan lokalisasi, dunia hiburan dan minum-minuman

- Phenomena pelacuran remaja

- Variasi antara pacaran yang "biasa-biasa saja" sampai berhubungan seks

- kawin di usia muda lazim dilakukan

- Phenomena pelajar yang menjadi "ciblek" atau pekerja seks

4 Masalah seksualitas dan Kespro

Banyak kasus-kasus hubungan seks pranikah

- Kasus KTD jadi rahasia umum

- Aborsi dengan minum jamu-jamuan, sprite dll

- Di jepara berkembang lokalisasi pelacuran

-  Phenomena pelacuran remaja

 

- Di desa pernikahan dini banyak terjadi

- Pengobatan PMS menggunakan ramuan (tradisional), obat apotik

- Usaha pengguguran kandungan dengan tradisional

- Pencegahan kehamilan dengan pil KB, kodom dan system kalender

 

- Hubungan seks pranikah dipengaruhi VCD porno

- Usaha pengguguran kandungan ke dukun dan minum jamu-jamuan

- Remaja yang pergi ke lokalisasi untuk mencari pekerja seks

 

 

5 Hambatan dan kendala perubahan perilaku beresiko

 

-Ketaguhan

-peran keluarga

-peranan pemerintah

- dasar agama yang kurang

- pendidikan rendah

- lingkungan

- Sudah "watak keturunan"

 

6 Intervensi Kespro

- Ada pelajaran tambahan KRR di sekolah

- Remaja merasa perlu tentang informasi KRR

- Syarat menjadi pendidik sebaya harus mempunyai wawasan yang luas tentang KRR

- Bentuk penyuluhan yang tidak formal (diskusi)

- Pemberian informasi adalah sebaya

- Harus ada kegiatan interaktif untuk remaja

- pelatihan keterampilan

-Penyebaran pamphlet

- Berbagai pengalaman

-Penyuluh sebaya adalah orang yang memiliki kharismatik

- proses penyuluhan harus ada yang mengontrol dan mengkoordinir

- Diadakan kegiatan remaja yang kreatif

- Pemberian informasi tentang seks adalah tokoh yang paling pas untuk remaja

- Suasana penyuluhan jangan formal

- Penyuluhan remaja laki-laki dan perempuan bisa di campur

- Gambar dari materi KIE jangan terlalu vulgar

- Materi KIE lebih pada dampak/akibat dari perilaku beresiko

 

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments